Di jaman sekarang ini emang udah susah si nentuin gender dari seseorang, hehe tapi bukan itu yang mau dibahas di sini. Berhubung di semester ini lagi nyangsang belajar bahasa jerman di fakultas sebelah, jadi sekalian belajar, sekalian berbagi juga nih masalah tentang gimana caranya kita tau gender dari suatu benda.
Nentuin gender benda? Ga salah tuh? Ga doong, soalnya dalam bahasa jerman, tiap benda itu emang punya gender, entah Maskulin, Feminin, atau netral. Trus kenapa kita harus tau gender dari suatu benda? Soalnya itu mempengaruhi penggunaan artikel yang mengikuti kata benda tersebut. Penggunaan artikel itu sendiri ada banyak aturannya, nah untuk sekarang ini kita pake penggunaan artikel untuk nominative case, dimana benda ditempatkan dalam posisi sebagai subjek. Untuk kata benda yang bersifat maskulin, maka akan diikuti oleh artikel der, untuk feminin, akan diikuti oleh artikel die, dan untuk yang netral, akan diikuti oleh artikel das.
Nah sekarang kita masuk ke karakteristik dari masing-masing gender. Untuk menentukan apakah suatu benda itu bersifat maskulin, kita bisa liat karakteristik dari kata benda maskulin di bawah ini nih:
1) Kata benda yang memang merefer pada jenis kelamin pria, cth: der vater (Ayah), der opa (kakek)
2) Banyak kata benda yang berakhiran -er, -en, dan -el, cth: der lehrer (guru), der wagen (mobil), der mantel (mantel)
3) Nama hari, bulan, dan musim, cth: der freitag (jumat), der februar (februari), der sprung (musim semi)
4) Kata asing dengan aksen pada suku kata terakhir, misalnya: der elefant (gajah)
5) Kata benda dengan akhiran -ich, -ig, -ismus, -ist, -ling, dan -us, cth: der teppich (karpet), der käfig (sangkar), der kommunismus (paham komunis), der kapitalist (kapitalis)
6) Banyak kata benda yang betuk jamaknya dibentuk dengan menambahkan (umlaut) + e, cth: der stuhl (kursi) dimana bentuk jamaknya adalah stühle
Untuk kata benda yang bersifat feminin, karakteristiknya adalah sebagai berikut:
1) Kata benda yang memang merefer pada jenis kelamin wanita, cth: die mutter (ibu), die oma (nenek)
2) Kata benda dengan bentuk jamak, misalnya: die stühle (kursi) – padahal bentuk singularnya bersifat maskulin, namun karena jamak maka sifatnya menjadi feminin
3) Kata yang menunjukkan bilangan, misalnya : die eins (satu), die hundert (seratus)
4) Banyak kata benda dengan akhiran -e dan -a, misalnya: die lampe (lampu), die batterie (baterai), die kamera (kamera), die pizza (pizza)
5) Kata benda dengan akhiran -in sebagai indikator dari profesi perempuan, misalnya: die reiseleiterin (pemandu wisata wanita), die lehrerin (guru wanita)
6) Kata benda dengan akhiran -ei, -heit, -keit, -ie, -ik, -nz, -schaft, -ion, -tät, -ung,dan -ur, misalnya: die explosion (ledakan)
Untuk kata benda yang bersifat netral, karakteristiknya adalah sebagai berikut:
1) Kata benda diminutive dengan akhiran -chen atau -lein, misalnya: das mädchen (anak perempuan)
2) Hampir semua kata benda dengan akhiran -nis, misalnya: das ereignis (acara)
3) Banyak kata benda dengan awalan Ge-, misalnya: das gesetz (hukum)
4) Kata benda yang merefer pada logam, misalnya: das gold (emas), das silber (perak)
5) Kata benda dengan akhiran -ment, misalnya: das experiment (eksperimen)
6) Kata benda dengan akhiran -tel, -tum, and -um , misalnya: das gymnasium
7) Hampir semua kata benda yang bentuk jamaknya dibentuk dari (umlaut) + er, misalnya: das Haus dimana bentuk jamaknya adalah die Häuser, das land dimana bentuk jamaknya adalah die länder
Ribet? Yaa emang ribeett, tapi wajar kok kalo kita masih suka kebingungan nentuin pake artikel yang mana (der, die atau das ya? ), karena bahkan orang jerman sendiri pun terkadang masih suka salah dalam penggunaan artikelnya, hehe. Berhubung saya juga masih awam, jadi cmiiw yaa ^^
Sumber: book-german grammar drills
Berbagi